Kamis, 15 Mei 2014
Review Jurnal [Rekayasa Sistem Pendukung Keputusan Terhadap Permasalahan Biaya Pendidikan Mahasiswa]
Pendahuluan
Pendidikan merupakan suatu kebutuhan penting bagi setiap manusia, tujuannya agar manusia dapat mengembangkan dirinya menjadi pribadi yang cerdas dan berguna bagi nusa dan bangsa. namun, dewasa ini biaya yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan pendidikan tidaklah sedikit, terutama pendidikan di perguruan tinggi. sehingga banyak yang memutuskan untuk menempuh pendidikan D1, D2 ataupun D3 dengan alasan biaya pendidikan yang lebih murah dan lama studi yang lebih singkat agar dapat langsung bekerja dari pada S1 atau bahkan ada pula yang lebih memilih untuk tidak meneruskan pendidikannya. akademi kebidanan pun menjadi salah satu pilihan untuk pendidikan tinggi di bidang kesehatan, contohnya adalah Akademi Kebidanan Wira Husada Nusantara (Akbid WHN) Malang.
Banyaknya jumlah mahasiswa ini tentu tidak sedikit pula mahasiswa yang memiliki latar belakang ekonomi yang kurang mapan. hal ini membuat pihak manajemen Akbid WHN harus lebih fleksibel dalam menangani permasalahan biaya pendidikan mahasiswa. kebijakan pihak manajemen dalam memberi kemudahan kepada para mahasiswa untuk mengangsur biaya pendidikan menyebabkan timbulnya permasalahan lain, yaitu banyaknya mahasiswa yang menunggak biaya pendidikan. proses pengambilan keputusan terhadap permasalahan biaya pendidikan mahasiswa di Akbid WHN saat ini masih belum efektif dan efisien. Proses pengambilan keputusan masih bersifat semi terotomatisasi yaitu sebagian proses masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama, dengan ketepatan dan keakuratan perhitungan yang belum tentu terjamin.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :
- Merancang database yang diperlukan untuk mengakses sumber informasi dalam sistem pendukung keputusan di Akbid WHN.
- Merancang beberapa system existing agar dapat terintegrasi menjadi sumber informasi pendukung keputusan.
- Merancang model keputusan yang mampu mendukung penentuan alternatif keputusan yang diidentifikasi dari kategori kritis mahasiswa.
- Menghasilkan sistem pendukung keputusan yang mampu memberikan informasi jumlah tunggakan, lama mahasiswa menunggakm serta kategori kritis yang mengikutinya sebagai informasi pendukung pengambilan keputusan dengan lebih cepat, tepat, dan akurat.
untuk lebih jelas silahkan download jurnal dibawah ini.
Selasa, 13 Mei 2014
Algoritma Genetika

Algoritma genetik adalah teknik pencarian yang di dalam ilmu komputer untuk menemukan penyelesaian perkiraan untuk optimisasi dan masalah pencarian. Algoritma genetik adalah kelas khusus dari algoritma evolusioner dengan menggunakan teknik yang terinspirasi oleh biologi evolusioner seperti warisan, mutasi, seleksi alam dan rekombinasi (ataucrossover)
Algoritma Genetik pertama kali dikembangkan oleh John Holland pada tahun 1970-an di New York, Amerika Serikat. Dia beserta murid-murid dan teman kerjanya menghasilkan buku berjudul "Adaption in Natural and Artificial Systems" pada tahun 1975.
Algoritma Genetik khususnya diterapkan sebagai simulasi komputer dimana sebuah populasi representasi abstrak (disebut kromosom) dari solusi-solusi calon (disebut individual) pada sebuah masalah optimisasi akan berkembang menjadi solusi-solusi yang lebih baik. Secara tradisional, solusi-solusi dilambangkan dalam biner sebagai string '0' dan '1', walaupun dimungkinkan juga penggunaan penyandian (encoding) yang berbeda. Evolusi dimulai dari sebuah populasi individual acak yang lengkap dan terjadi dalam generasi-generasi. Dalam tiap generasi, kemampuan keseluruhan populasi dievaluasi, kemudian multiple individuals dipilih dari populasi sekarang (current) tersebut secara stochastic(berdasarkan kemampuan mereka), lalu dimodifikasi (melalui mutasi atau rekombinasi) menjadi bentuk populasi baru yang menjadi populasi sekarang (current) pada iterasi berikutnya dari algoritma.
Prosedur Algoritma Genetik
Algoritma genetik yang umum menyaratkan dua hal untuk didefinisikan: (1) representasi genetik dari penyelesaian, (2) fungsi kemampuan untuk mengevaluasinya.
Representasi baku adalah sebuah larik bit-bit. Larik jenis dan struktur lain dapat digunakan dengan cara yang sama. Hal utama yang membuat representasi genetik ini menjadi tepat adalah bahwa bagian-bagiannya mudah diatur karena ukurannya yang tetap, yang memudahkan operasi persilangan sederhana. Representasi panjang variabel juga digunakan, tetapi implementasi persilangan lebih kompleks dalam kasus ini. Representasi seperti pohon diselidiki dalam pemrograman genetik dan representasi bentuk bebas diselidiki di dalam HBGA.
Fungsi kemampuan didefinisikan di atas representasi genetik dan mengukur kualitas penyelesaian yang diwakili. Fungsi kemampuan selalu tergantung pada masalah. Sebagai contoh, jika pada ransel kita ingin memaksimalkan jumlah benda (obyek) yang dapat kita masukkan ke dalamnya pada beberapa kapasitas yang tetap. Representasi penyelesaian mungkin berbentuk larik bits, dimana tiap bit mewakili obyek yang berbeda, dan nilai bit (0 atau 1) menggambarkan apakah obyek tersebut ada di dalam ransel atau tidak. Tidak setiap representasi seperti ini valid, karena ukuran obyek dapat melebihi kapasitas ransel. Kemampuan penyelesaian adalah jumlah nilai dari semua obyek di dalam ransel jika representasi itu valid, atau jika tidak 0. Dalam beberapa masalah, susah atau bahkan tidak mungkin untuk mendefinisikan lambang kemampuan, maka pada kasus ini digunakan IGA.
Sekali kita mendefinisikan representasi genetik dan fungsi kemampuan, algoritma genetik akan memproses inisialisasi populasi penyelesaian secara acak, dan memperbaikinya melalui aplikasi pengulangan dengan aplikasi operator-operator mutasi, persilangan, dan seleksi.
Secara sederhana, algoritma umum dari algoritma genetik ini dapat dirumuskan menjadi beberapa langkah, yaitu:
- Membentuk suatu populasi individual dengan keadaan acak
- Mengevaluasi kecocokan setiap individual keadaan dengan hasil yang diinginkan
- Memilih individual dengan kecocokan yang tertinggi
- Bereproduksi, mengadakan persilangan antar individual terpilih diselingi mutasi
- Mengulangi langkah 2 - 4 sampai ditemukan individual dengan hasil yang diinginkan
sumber : http://id.wikipedia.org/
Pengertian, Kelebihan dan Kekurangan Jaringan Syaraf Tiruan (JST)

- Pengertian
JST adalah Suatu sistem pemrosesan informasi yang mencoba meniru kinerja otak manusia. JST merupakan generalisasi model matematis dengan asumsi:
* Pemrosesan informasi terjadi pada elemen sederhana (=neuron)
* Sinyal dikirimkan diantara neuron-neuron melalui penghubung (=dendrit dan akson)
* Penghubung antar elemen memiliki bobot yang akan menambah atau mengurangi sinyal
* Untuk menentukan output, setiap neuron memiliki fungsi aktivasi (biasanya non linier) yang dikenakan pada semua input
* Besar output akan dibandingkan dengan threshold
- Baik tidaknya suatu model JST ditentukan oleh:
- Pola antar neuron (arsitekur jaringan)
- Metode untuk menentukan dan mengubah bobot (disebut metode learning)
- Fungsi aktivasi
- JST disebut juga: brain metaphor, computational neuroscience, parallel distributed processing
- Kelebihan
- Mampu mengakuisisi pengetahuan walau tidak ada kepastian
- Mampu melakukan generalisasi dan ekstraksi dari suatu pola data tertentu
- JST dapat menciptakan suatu pola pengetahuan melalui pengaturan diri atau kemampuan belajar (self organizing)
- Memiliki fault tolerance, gangguan dapat dianggap sebagai noise saja
- Kemampuan perhitungan secara paralel sehingga proses lebih singkat
- JST mampu
- Klasifikasi: memilih suatu input data ke dalam kategori tertentu yang sudah ditetapkan
- Asosiasi: menggambarkan suatu obyek secara keseluruhan hanya dengan bagian dari obyek lain
- Self organizing: kemampuan mengolah data-data input tanpa harus mempunyai target
- Optimasi: menemukan suatu jawaban terbaik sehingga mampu meminimalisasi fungsi biaya
- Kelemahan
- Kurang mampu untuk melakukan operasi operasi numerik dengan presisi tinggi
- Kurang mampu melakukan operasi algoritma aritmatik, operasi logika dan simbolis
- Lamanya proses training yang mungkin terjadi dalam waktu yang sangat lama untuk jumlah data yang besar
sumber : http://splashurl.com/lvarxva
Senin, 12 Mei 2014
Decision Support System
PENDAHULUAN
Decision Support Systems (DSS) atau system pendukung keputusan adalah serangkaian kelas tertentu dari system informasi terkomputerisasi yang mendukung kegiatan pengambilan keputusan bisnis dan organisasi. Suatu DSS yang dirancang dengan benar adalah suatu system berbasis perangkat lunak interaktif yang dimaksudkan untuk membantu para pengambil keputusan mengkompilasi informasi yang berguna dari data mentah, dokumen, pengetahuan pribadi, dan/atau model bisnis untuk mengidentifikasikan dan memecahkan berbagai masalah dan mengambil keputusan.
System pendukung keputusan atau DSS digunakan untuk mengumpulkan data, menganalisa dan membentuk data yang dikoleksi, dan mengambil keputusan yang benar atau membangun strategi dari analisis, tidak pengaruh terhadap computer, basis data atau manusia penggunanya.
Informasi yang biasanya dikumpulkan dengan menggunakan aplikasi pendukung keputusan akan melakukan:
- Mengakses semua asset informasi terkini, termasuk data legasi dan relasional, kompulan data, gudang data, dan kumpulan jumlah besar data.
- Angka-angka penjualan antara satu periode dengan periode lainnya.
- Angka-angka pendapatan yang diperkirakan, berdasarkan pada asumsi penjualan produk baru.
- Konsekuensi pilihan-pilihan pengambilan keputusan yang berbeda, dengan pengalaman dalam suatu konteks yang dirinci ulang.
Sudah begitu banyak perusahaan di berbagai industri yang bergantung pada perangkat, teknik dan pemodelan pendukung keputusan, untuk membantu mereka menganalisa dan memecahkan beragam pertanyaan bisnis sehari-hari. System pendukung keputusan bersifat tergantung oleh data, sebagaimana keseluruhan proses mengambil seluruh kumpulan data yang tersedia, untuk dianalisa.
Perangkat-perangkat, proses, dan metodologi pelaporan berbasis Business Intelligence adalah contoh penggunaan penting dalam system pendukung keputusan manapun, dan memberikan analisis data, pelaporan serta monitoring data yang sangat terpercaya kepada pengguna.
Persyaratan yang biasa dimiliki dalam penerapan Sistem Pendukung Keputusan Tingkat Tinggi:
- Pengumpulan data dari beragam sumber (data penjualan, data inventori, data supplier, data riset pasar, dsb).
- Penformatan dan penggunaan data.
- Lokasi database yang sesuai serta pembangunan format untuk pembuatan laporan dan analisa berbasis pengambilan keputusan.
- Perangkat dan aplikasi yang serba bisa dan mampu memberikan pelaporan, monitoring dan analisa terhadap data.
- DSS Design Approach (Structured)
BERBAGAI TIPE SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN (DSS):
Penting untuk dicatat bahwa DSS tidak memiliki suatu model tertentu yang diterima atau dipakai di seluruh dunia. Banyak teori DSS yang diimplementasikan, sehingga terdapat banyak cara untuk mengklasifikasikan DSS.
- DSS model pasif adalah model DSS yang hanya mengumpulkan data dan mengorganisirnya dengan efektif, biasanya tidak memberikan suatu keputusan yang khusus, dan hanya menampilkan datanya. Suatu DSS aktif pada kenyataannya benar-benar memproses data dan secara eksplisit menunjukkan beragam solusi berdasarkan pada data tersebut.
- DSS model aktif sebaliknya memproses data dan secara eksplisit menunjukkan solusi berdasarkan pada data yang diperoleh, walau harus diingat bahwa intervensi manusia terhadap data tidak dapat dipungkiri lagi. Misalnya, data yang kotor atau data sampah, pasti akan menghasilkan keluaran yang kotor juga (garbage in garbage out).
- Suatu DSS bersifat kooperatif jika data dikumpulkan, dianalisa dan lalu diberikan kepada manusia yang menolong system untuk merevisi atau memperbaikinya.
- Model Driven DSS adalah tipe DSS dimana para pengambil keputusan menggunakan simulasi statistik atau model-model keuangan untuk menghasilkan suatu solusi atau strategi tanpa harus intensif mengumpulkan data.
- Communication Driven DSS adalah suatu tipe DSS yang banyak digabungkan dengan metode atua aplikasi lain, untuk menghasilkan serangkaian keputusan, solusi atau strategi.
- Data Driven DSS menekankan pada pengumpulan data yang kemudian dimanipulasi agar sesuai dengan kebutuhan pengambil keputusan, dapat berupa data internal atua eksternal dan memiliki beragam format. Sangat penting bahwa data dikumpulkan serta digolongkan secara sekuensial, contohnya data penjualan harian, anggaran operasional dari satu periode ke periode lainnya, inventori pada tahun sebelumnya, dsb.
- Document Driven DSS menggunakan beragam dokumen dalam bermacam bentuk seperti dokumen teks, excel, dan rekaman basis data, untuk menghasilkan keputusan serta strategi dari manipulasi data.
- Knowledge Driven DSS adalah tipe DSS yang menggunakan aturan-aturan tertentu yang disimpan dalam komputer, yang digunakan manusia untuk menentukan apakah keputusan harus diambil. Misalnya, batasan berhenti pada perdagangan bursa adalah suatu model knowledge driven DSS.
IMPLEMENTASI DSS DI DUNIA KERJA
Konsep implementasi DSS di dunia kerja yang kali ini diambil oleh penulis adalah penerapan Business Intelligence dalam pengumpulan data serta presentasi data dalam suatu bentuk Dashboard. Bidang industri perusahaan yang dijadikan contoh adalah maskapai penerbangan atau airline industry.
Teknologi aplikasi yang digunakan adalah system aplikasi berbasis web dan dapat diakses pada suatu URL tertentu dari PC/laptop/tablet milik pengguna dengan kapasitas minimum, kapan saja dan dimana saja pengguna berada.
Metodologi, proses serta perangkat pelaporan Business Intelligence atau BI adalah komponen kunci yang memberikan analisa data, pelaporan dan monitoring yang kaya kepada pengguna sistem.
Secara garis besar, proses yang terjadi kurang lebih adalah seperti digambarkan dalam diagram dibawah ini, dimana;
- System akan mengumpulkan semua data baik data master dan juga data transaksi dari setiap aplikasi yang digunakan semua departemen dalam perusahaan, untuk kemudian dilakukan analisis What-if tergantung dari laporan apa yang diinginkan oleh pihak manajemen.
- Hasil analisis tersebut akan menentukan keputusan apa yang harus diambil oleh manajemen.
- Terlihat dibawah, berbagai departemen yang mengaksesnya antara lain Personalia (Human Resource/HRD), Keuangan (Accounting), Produksi/Operasional, Pemasaran/Marketing, Distribusi/Pengiriman, serta divisi lain, yang semuanya berada dibawah manajemen perusahaan.
- Alur DSS untuk Sistem Informasi Akuntansi
Struktur Alur Data Dalam Aplikasi Business Intelligence
Pelaporan yang ingin dilihat oleh tingkat manager dalam manajemen perusahaan tersebut akan tampil dalam aplikasi Dashboard yang interaktif dan dapat dikustomisasi sesuai keinginan user/ pengguna aplikasi. Contoh dashboard tersebut adalah seperti dibawah ini.
Sebelumnya, perlu diingat bahwa aplikasi dashboard juga memiliki beragam kategori per divisi, dimana setiap divisi/departemen dalam suatu perusahaan biasanya menggunakan jenis data yang berbeda, serta mengakses data dalam cara yang berbeda pula. Laporan dan hasil analisis yang diperlukan juga otomatis berbeda, begitu pula bentuk pelaporan yang diperlukan tiap-tiap divisi tersebut, sebagaimana digambarkan dalam diagram dibawah.
- Pembagian Kategori Dashboard Berdasarkan Penitikberatan Pengambilan Informasi Perusahaan
Manfaat Penggunaan Aplikasi Terapan DSS/Decision Support System dalam Bentuk Business Intelligence Dashboard;
- Mempermudah dilakukannya analisa terhadap data master dan juga data transaksi perusahaan untuk kemudian menghasilkan berbagai laporan yang akan mendukung proses pengambilan keputusan oleh pihak manajemen perusahaan.
- Memberikan tampilan yang lebih enak dilihat dan lebih professional yang disesuaikan dengan kultur serta bidang bisnis perusahaan yang menggunakan aplikasi ini.
- Memberikan informasi terkini terhadap pergerakan angka-angka dalam perusahaan, atau bahkan bersifat real-time. Contohnya dalam hal ini; adalah pergerakan angka penjualan tiket pesawat setiap harinya, atau pergerakan angka kedatangan dan keberangkatan pesawat dari seluruh bandara di Indonesia (hasil kegiatan operasional perusahaan).
Contoh implementasi aplikasi Business Intelligence – Dashboard sebagai ajuan system pendukung keputusan/decision support system yang hendak diimplementasikan dalam perusahaan:
Prototipe Tampilan Dashboard untuk Pengaplikasian Business Intelligence bagi Sistem Pendukung Keputusan, Dibuat Menggunakan Tool Xcelcius Disambungkan ke Warehouse SAP-Business Intelligence
Elemen-elemen yang ditampilkan:
- Grafik keseluruhan angka penjualan tiket yang dihasilkan tim Sales setiap harinya dimana manajemen dapat meilhat pergerakan terakhir yang terjadi satu jam sebelum pengaksesan dashboard.
- Grafik keseluruhan angka penjualan tiket yang dihasilkan pada satu hari sebelum pengaksesan dashboard (H-1)
- Grafik keseluruhan angka penjualan secara mingguan (pergerakan mingguan).
- Grafik keseluruhan angka penjualan secara bulanan (pergerakan bulanan).
- Grafik keseluruhan angka penjualan secara tahunan (pergerakan tahunan).
- Grafik penjualan per staff sales untuk mengukur kinerja masing-masing personel.
- Grafik pembelian dari setiap klien yang kategorinya adalah:
- Pembelian per klien Travel Agent
- Pembelian per perusahaan
- Pembelian per wilayah kota penjualan di Indonesia; semua kota yang memiliki bandara (missal Jakarta, Bandung, Surabaya, dan lainnya).
- sumber : http://splashurl.com/kmzrwhq
Minggu, 11 Mei 2014
Sistem Pakar

Secara umum, sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar. Dengan sistem pakar ini, orang awam pun dapat menyelesaikan masalahnya atau hanya sekedar mencari suatu informasi berkualitas yang sebenarnya hanya dapat diperoleh dengan bantuan para ahli di bidangnya. Sistem pakar ini juga akan dapat membantu aktivitas para pakar sebagai asisten yang berpengalaman dan mempunyai asisten yang berpengalaman dan mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan. Dalam penyusunannya, sistem pakar mengkombinasikan kaidah-kaidah penarikan kesimpulan (inference rules) dengan basis pengetahuan tertentu yang diberikan oleh satu atau lebih pakar dalam bidang tertentu. Kombinasi dari kedua hal tersebut disimpan dalam komputer, yang selanjutnya digunakan dalam proses pengambilan keputusan untuk penyelesaian masalah tertentu.
Ciri-Ciri Sistem Pakar
Sistem pakar yang baik harus memenuhi ciri-ciri sebagai berikut :
• Memiliki informasi yang handal.
• Mudah dimodifikasi.
• Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer.
• Memiliki kemampuan untuk belajar beradaptasi.
Keuntungan Sistem Pakar
Secara garis besar, banyak manfaat yang dapat diambil dengan adanya sistem pakar, antara lain :
1. Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli.
2. Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis.
3. Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar.
4. Meningkatkan output dan produktivitas.
5. Meningkatkan kualitas.
6. Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar (terutama yang termasuk keahlian langka).
7. Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya.
8. Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan.
9. Memiliki reabilitas.
10. Meningkatkan kapabilitas sistem komputer.
11. Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian.
12. Sebagai media pelengkap dalam pelatihan.
13. Meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah.
14. Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan
Kelemahan Sistem Pakar
Di samping memiliki beberapa keuntungan, sistem pakar juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain :
1. Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya sangat mahal.
2. Sulit dikembangkan. Hal ini tentu saja erat kaitannya dengan ketersediaan pakar di bidangnya.
3. Sistem Pakar tidak 100% bernilai benar.
Alasan Pengembangan Sistem Pakar, sistem pakar sendiri dikembangkan lebih lanjut dengan alasan :
• Dapat menyediakan kepakaran setiap waktu dan di berbagai lokasi.
• Secara otomatis mengerjakan tugas-tugas rutin yang membutuhkan seorang pakar.
• Seorang pakar akan pensiun atau pergi.
• Seorang pakar adalah mahal.
• Kepakaran dibutuhkan juga pada lingkungan yang tidak bersahabat.
Modul Penyusun Sistem Pakar
Menurut Staugaard (1987) suatu sistem pakar disusun oleh tiga modul utama yaitu :
1. Modul Penerimaan Pengetahuan (Knowledge Acquisition Mode) Sistem berada pada modul ini, pada saat ia menerima pengetahuan dari pakar. Proses mengumpulkan pengetahuan-pengetahuan yang akan digunakan untuk pengembangan sistem, dilakukan dengan bantuan knowledge engineer. Peran knowledge engineer adalah sebagai penghubung antara suatu sistem pakar dengan pakarnya.
2. Modul Konsultasi (Consultation Mode)
Pada saat sistem berada pada posisi memberikan jawaban atas permasalahan yang diajukan oleh user, sistem pakar berada dalam modul konsultasi. Pada modul ini, user berinteraksi dengan sistem dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh sistem.
3. Modul Penjelasan (Explanation Mode)
Modul ini menjelaskan proses pengambilan keputusan oleh system (bagaimana suatu keputusan dapat diperoleh).
Struktur Sistem Pakar, komponen utama pada struktur sistem pakar menurut Hu et al (1987) meliputi:
1. Basis Pengetahuan (Knowledge Base)
Basis pengetahuan merupakan inti dari suatu sistem pakar, yaitu berupa representasi pengetahuan dari pakar. Basis pengetahuan tersusun atas fakta dan kaidah. Fakta adalah informasi tentang objek, peristiwa, atau situasi. Kaidah adalah cara untuk membangkitkan suatu fakta baru dari fakta yang sudah diketahui.
2. Mesin Inferensi (Inference Engine)
Mesin inferensi berperan sebagai otak dari sistem pakar. Mesin inferensi berfungsi untuk memandu proses penalaran terhadap suatu kondisi, berdasarkan pada basis pengetahuan yang tersedia. Di dalam mesin inferensi terjadi proses untuk memanipulasi dan mengarahkan kaidah, model, dan fakta yang disimpan dalam basis pengetahuan dalam rangka mencapai solusi atau kesimpulan. Dalam prosesnya, mesin inferensi menggunakan strategi penalaran dan strategi pengendalian. Strategi penalaran terdiri dari strategi penalaran pasti (Exact Reasoning) dan strategi penalaran tak pasti (Inexact Reasoning). Exact reasoning akan dilakukan jika semua data yang dibutuhkan untuk menarik suatu kesimpulan tersedia, sedangkan inexact reasoning dilakukan pada keadaan sebaliknya.Strategi pengendalian berfungsi sebagai panduan arah dalam melakukan prose penalaran. Terdapat tiga tehnik pengendalian yang sering digunakan, yaitu forward chaining, backward chaining, dan gabungan dari kedua teknik pengendalian tersebut.
3. Basis Data (Data Base)
Basis data terdiri atas semua fakta yang diperlukan, dimana fakta fakta tersebut digunakan untuk memenuhi kondisi dari kaidah-kaidah dalam sistem. Basis data menyimpan semua fakta, baik fakta awal pada saat sistem mulai beroperasi, maupun fakta-fakta yang diperoleh pada saat proses penarikan kesimpulan sedang dilaksanakan. Basis data digunakan untuk menyimpan data hasil observasi dan data lain yang dibutuhkan selama pemrosesan.
4. Antarmuka Pemakai (User Interface)
Fasilitas ini digunakan sebagai perantara komunikasi antara pemakai.dengan komputer.
Teknik Representasi Pengetahuan
Representasi pengetahuan adalah suatu teknik untuk merepresentasikan basis pengetahuan yang diperoleh ke dalam suatu skema/diagram tertentu sehingga dapat diketahui relasi/keterhubungan antara suatu data dengan data yang lain. Teknik ini membantu knowledge engineer dalam memahami struktur pengetahuan yang akan dibuat sistem pakarnya. Terdapat beberapa teknik representasi pengetahuan yang biasa digunakan dalam pengembangan suatu sistem pakar, yaitu
a. Rule-Based Knowledge
Pengetahuan direpresentasikan dalam suatu bentuk fakta (facts) dan aturan (rules). Bentuk representasi ini terdiri atas premise dan kesimpulan.
b. Frame-Based Knowledge
Pengetahuan direpresentasikan dalam suatu bentuk hirarki atau jaringan frame.
c. Object-Based Knowledge
Pengetahuan direpresentasikan sebagai jaringan dari obyek-obyek. Obyek adalah elemen data yang terdiri dari data dan metoda (proses).
d. Case-Base Reasoning
Pengetahuan direpresentasikan dalam bentuk kesimpulan kasus (cases).
Inferencing dengan Rule : Forward dan Backward Chaining
Inferensi dengan rules merupakan implementasi dari modus ponen, yang direfleksikan dalam mekanisme search (pencarian). Dapat pula mengecek semua rule pada knowledge base dalam arah forward maupun backward. Proses pencarian berlanjut sampai tidak ada rule yang dapat digunakan atau sampai sebuah tujuan (goal) tercapai. w:st=”on”Ada dua metode inferencing dengan rules, yaitu forward chaining atau data-driven dan backward chaining atau goal-driven.
a. Backward chaining
• Menggunakan pendekatan goal-driven, dimulai dari ekspektasi apa yang diinginkan terjadi (hipotesis), kemudian mengecek pada sebab-sebab yang mendukung (ataupun kontradiktif) dari ekspektasi tersebut.
• Jika suatu aplikasi menghasilkan tree yang sempit dan cukup dalam, maka gunakan backward chaining.
b. Forward chaining
• Forward chaining merupakan grup dari multiple inferensi yang melakukan pencarian dari suatu masalah kepada solusinya.
• Jika klausa premis sesuai dengan situasi (bernilai TRUE), maka proses akan meng-assert konklusi.
• Forward chaining adalah data-driven karena inferensi dimulai dengan informasi yang tersedia dan baru konklusi diperoleh.
• Jika suatu aplikasi menghasilkan tree yang lebar dan tidak dalam, maka gunakan forward chaining.
sumber : http://splashurl.com/lbp68n4
Selasa, 27 November 2012
Kegagalan Windows 8, ini Semua Tentang Ekosistem
Jakarta - Jika saya harus membuat kesimpulan mengenai Windows 8, maka itu adalah sebuah sistem operasi yang bagus. Hal bagus paling utama yang dapat dirasakan adalah kecepatan baik saat booting, pertukaran ataupun proses buka-tutup aplikasi.
Selain hal itu, fitur lain yang tidak terlalu tampak namun memiliki pengaruh pada sistem adalah cara kerja sistem itu sendiri.
Setidaknya hasil itu bisa didapat jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya, yaitu Windows 7. Namun seperti diketahui, Microsoft pun kecewa dengan hasil pemasaran yang mereka dapat. Jika diterjemahkan ke bahasa yang lebih halus, Windows 8 telah gagal menjaring pengguna.
Menilai Windows 8 sebagai sebuah produk yang gagal dipasarkan ke pengguna di hari-hari ini memang terbilang dini. Namun harus diakui pencapaian pemasaran Microsoft jelas mengecewakan.
Kesalahan terbesar Microsoft mengenai Windows 8 adalah kepercayaan diri yang berlebihan. Dengan statistik pengguna Windows versi sebelumnya mereka seolah yakin bahwa penjualan generasi berikutnya akan berjalan dengan mulus.
Padahal, seperti yang mereka gemborkan ke publik, Windows 8 jelas memiliki perbedaan yang sangat signifikan dengan generasi sebelumnya. Baik desktop yang (secara default) tergantikan dengan Live Tiles, aplikasi yang semula berbasis desktop berubah menjadi Metro, atau jangkauan perangkat keras yang lebih dari sekadar PC.
Berbicara mengenai sistem yang baik dan sukses di pasaran adalah berbicara mengenai ekosistem itu sendiri.
Ekosistem di dunia komputer setidaknya melibatkan empat hal, yang dalam bahasa mudah yaitu: sistem operasi, aplikasi, pengguna (komunitas), dan dukungan hardware.
Ambil saja contohnya iOS. Sistem operasi? Jelas bagus. Aplikasi? Tak diragukan lagi kualitasnya. Pengguna? Siapa yang tak tahu bahwa di dunia ini ada istilah Apple fanboy? Dan dengan model pembuatan hardware seperti yang dimiliki Apple, mempertanyakannya jelaslah sesuatu yang tidak perlu.
Atau lihat Android. Google bahkan merelakan produsen menggunakan Android secara cuma-cuma.
Sebuah ekosistem di dunia komputer akan menjadi baik jika keempat hal di atas sama-sama baik. Akan tetapi, jika satu saja bagian tersebut cacat, maka keutuhan ekosistem itu bisa jadi terancam.
Saat merilis Windows 8 ke publik Microsoft sebenarnya telah memiliki bekal sistem operasi yang dapat diandalkan. Terlepas dari berbagai macam intrik yang muncul belakangan, Windows 8 jelas memiliki kualitas baik.
Ada banyak cerita ketika pengguna mulai mencicipi Windows 8 Consumer Preview. Banyak dari mereka yang -- awam -- merasa bahwa ini adalah produk (baru) yang menyulitkan. Pada akhirnya, mereka menyerah dan tidak tertarik bahkan untuk sekadar mencicipi lebih jauh.
Dampaknya adalah ketika Windows 8 dirilis ke publik banyak pengguna melontarkan pertanyaan, untuk apaupgrade jika harus belajar lagi dari awal? Bagi mereka yang paham komputer sih tidak masalah, lah bagi saya yang sibuk ini? Ngapain repot-repot upgrade? Lebih baik saya pakai versi ini saja lah, wong ini juga stabil. Dan seterusnya, dan seterusnya.
Di sisi lain, kampanye Microsoft untuk menjaring developer membuat aplikasi berbasis Metro sebenarnya telah lama dilakukan. Windows 8 Developer Preview yang dirilis September tahun lalu adalah salah satu upaya untuk memberikan cukup waktu bagi developer untuk membuat aplikasi berkualitas sebelum tanggal rilis.
Selain itu Microsoft juga mengadakan seminar dan workshop singkat mengenai Windows 8 di berbagai kota bagi para developer untuk belajar membuat aplikasi yang baik. Hasilnya? Saya harus katakan mengecewakan.
Iya, ada banyak aplikasi di Store. Tapi masalahnya bukan di kuantitas, melainkan kualitas. Aplikasi-aplikasi yang ada lebih banyak yang mengecewakan daripada yang dapat diandalkan.
Dengan banyaknya ragam bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk membuat aplikasi berbasis Metro, satu tahun bukanlah masa yang singkat. Namun, sayangnya they just don’t work. Entah siapa yang harus disalahkan. Mungkin Microsoft. Mungkin juga developer-developer itu.
Dari sisi hardware sebenarnya Microsoft tidak memiliki banyak masalah. Windows 8 mampu berjalan mayoritas PC yang menggunakan Windows 7. Sementara Surface yang berupa tablet juga memiliki kualitas yang baik. Saking baiknya, tablet ini bahkan dapat digunakan untuk menjadi papan skate.
Begitupun halnya dengan hardware untuk Windows Phone 8. Berkat kerjasamanya dengan Nokia dan HTC, Microsoft dapat berbangga diri memiliki produsen hardware yang mumpuni.
Dari keempat komponen di atas, kasus ekosistem Windows 8 ini bukan cuma satu komponen yang lemah, melainkan dua dari empat. Dan itu bukan sebuah nilai yang kecil. Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah dua faktor tersebut berada di luar kendali Microsoft.
Pada akhirnya mungkin Windows 8 akan kembali menaiki puncak secara perlahan-lahan, atau mungkin juga tidak.
sumber : http://inet.detik.com
Minggu, 25 November 2012
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Dasar Sistem
Dalam menderfinisikan sistem terdapat dua
kelompok pendekatan yaitu menekankan pada prosedur dan yang menekankan pada
komponen atau elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur
mendefinisikan sistem sebagai berikut :
Sistem adalah kumpulan atau bagian-bagian yang saling berkaitan
antara yang satu dengan yang lainnya untuk mencapai tujuan tertentu. Menurut
Jogiyanto, sistem dapat didefinisikan kedalam 2 pendekatan yaitu pendekatan
yang menekankan pada prosedurnya dan pendekatan yang menekankan pada elemennya.
Pendekatan yang lebih menekankan pada prosedurnya sistem dapat
didefinisikan yaitu sebagai berikut :
Menurut Jogiyanto (2002 : 1) Sistem adalah suatu jaringan kerja
dari prosedur-prosedur yang Saling berhubungan, berkumpul bersama-sama
melakukan kegiatan untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Pendekatan yang lebih menekankan pada elemennya sistem dapat
didefinisikan yaitu sebagai berikut:
Jogiyanto (2001 : 2) Sistem adalah kumpulan
elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu”.
2.1.1. Karakteristik Sistem
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu
yaitu sebagai berikut :
1. Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling
berinteraksi yang artinya salaing bekerja sama untuk satu kesatuan.
2. Batasan Sistem
Batasan sistem merupakan daerah yang antara suatu sistem dengan
sistem yang lain atau dengan lingkungan yang lainnya.
3. Lingkungan Luar Sistem
Lingkungan sistem adalah apapun di luar sistem yang memepengaruhi
sistem.
4. Penghubung Sistem
Penghubung merupakan media penghubung antara subsistem dengan
subsistem yang lainnya.
5. Masukan Sistem
Masukan adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem yang
dimasukan dapat berupa masukan perawatan.
6. Keluaran Sistem
Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah
dan diklasifikasikan menjadi kekuatan yang berguna dari sisa pembuangan.
7. Pengolahan Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolahan atau sistem
itu sendiri sebagai pengolah.
8. Sasaran Sistem
Suatu sistem mempunyai (goal) atau sasaran
(objective). Sistem tidak mempunyai sasaran maka operasi tidak ada gunnya.
2.1.2. Klasifikasi Sistem
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang,
diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Sistem Abstrak
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa
pemikiran atau ide-ide yang tidak tanpak secara fisik.
2. Sistem Alamiah
dan Sistem Buatan Manusia
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi
karena proses alam tidak dibuat oleh manusia, sedangkan sistem buatan manusia
yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin.
3. Sistem Tertentu
Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat
diprediksi.
4. Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka
Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak
berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya, sedangkan sistem terbuka
merupakan sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.
2.1.3 Bentuk Umum Sistem
Bentuk umum dari sistem terdiri dari atas masukan (input), proses,
dan keluaran (output). Dalam bentuk umum sistem ini biasa melakukan satu atau
lebih masukan yang akan diproses dan menghasilkan keluaran sesuai dengan yang
direncanakan sebelumnya.
Gambaran umum mengenai sistem ditunjukan pada gambar berikut ini :
2.2. Konsep Dasar Informasi
Informasi merupakan proses lebih lanjut dari data yang sudah
memiliki nilai tambah.
Informasi dapat dikelompokan menjadi tiga bagian, yaitu :
a. Informasi Stategis
Informasi ini digunakan untuk menganbil keputusan jangka panjang,
mencakup informasi eksternal, rencana perluasan perusahaan, dan sebagainya.
b. Informasi Taktis
Informasi ini dibutuhkan untuk mengambil keputusan jangka
mengenah, seperti informasi trend penjualan yang dapat dimanfaatkan untuk
menyusun rencana penjualan.
c. Informasi Teknis
Informasi ini dibutuhkan untuk keperluan operasional sehari-hari,
seperti informasi persediaan stock, retur penjualan dan laporan kas harian.
2.2.1 Definisi Informasi
Definisi informasi menurut Tata Sutabri (2004 : 18) adalah data
yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterprestasikan untuk digunakan
dalam proses pengambilan keputusan. Jadi,
secara umum informasi adalah data yang sudah diolah menjadi suatu bentuk lain
yang lebih berguna yaitu pengetahuan atau keterangan yang ditujukan bagi
penerima dalam pengambilan keputusan, baik masa sekarang atau yang akan datang.
2.2.2. Siklus Informasi
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna.
Data yang diolah melalui suatu model informasi. Penerima akan menerima
informasi tersebut dan membuat keputusan serta diwujudkan dengan suatu tindakan
yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang membuat sejumlah data kembali.
Data tersebut akan ditanggap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model
dan seterusnnya sehingga membentuk suatu siklus.
Untuk lebih jelasnya siklus informasi dapat dijelaskan dengan
gambar sebagai berikut. Adapun gambar siklus informasi tersebut dapat dilihat
pada gambar di bawah ini:
2.2.3. Syarat – syarat Informasi
Informasi berhubungan dengan keputusan dan yang tepat di ambil
akan berhasil sesuai dengan tujuan bila informasi ini berkualitas.
Adapun syarat-syarat agar tujuan bila informasi ini berkualitas
yaitu :
1. Lengkap, yaitu memenuhi semua kebutuhan pengambil keputusan.
2. Akurat, yaitu informasi harus benar dan jauh dari kesalahan.
3. Relevan, yaitu sesuai dengan kebutuhan yang menerima sehingga
informasi tersebut memiliki manfaat bagi pemakai.
4. Tepat waktu, yaitu informasi tidak boleh terlambat sebab
mempengaruhi terhadap nilai informasi itu sendiri.
2.3. Sistem Informasi
Definisi sistem informasi menurut Tata Sutabri ( 2004 : 36 )
Sistem Informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi
operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategis dari
suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan
laporan-laporan yang diperlukan.
Sistem informasi merupakan komponen-komponen yang saling
berhubungan dan bekerja sama untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan dan
menyebarkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, koordinasi,
pengendalian, dan untuk memberikan gambaran aktivitas didalam perusahaan.
Dari beberapa definisi, dapat diambil kesimpulan bahwa Sistem
Informasi Manajemen adalah:
1. Kumpulan interaksi sistem-sistem informasi.
2. Menghasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan
manajemen
2.3.1. Komponen Sistem Informasi
Komponen sistem informasi terdiri dari beberapa hal sebagai
berikut :
a)
Hardware, terdiri dari komputer,
printer, dan jaringan.
b)
Software, merupakan kumpulan dari
perintah yang ditulis dengan aturan tertentu untuk memerintahkan komputer dalam
melaksanakan tugas tertentu.
c)
Data, merupakan komponen dasar
dari informasi yang akan diproses lebih lanjut untuk menghasilkan sebuah
informasi.
d)
Manusia (human), yang terlibat
dalam komponen seperti manusia, operator dan sebagainya.
e)
Prosedur, terdiri atas dokumen
prosedur, buku panduan operasional tertentu dan sebagainya.
2.3.2 Kegiatan Sistem Informasi
1.
Kegiatan yang terdapat dalam sistem
informasi adalah sebagai berikut :
2.
Input (input),
menggambarkan bagaimana suatu kegiatan menyediakan data untuk diproses.
3.
Proses (process),
menggambarkan bagaimana suatu data di proses untuk menghasilkan suatu informasi
yang bernilai tambah.
4.
Output, suatu kegiatan untuk
menghasilkan laporan dari proses diatas.
5.
Penyimpanan, suatu kegiatan untuk
memelihara dan menyimpan data .
6.
Kontrol, suatu aktivitas untuk
menjamin bahwa sistem informasi tersebut berjalan sesuai dengan yang
diharapkan.
2.4. Pengertian Perpustakaan
Perpustakaan menurut Rohanda (2000 : 15) “Pengertian perpustakaan yang
mutakhir ini telah mengarahkan kepada tiga hal yang mendasar sekaligus, yaitu
hakikat perpustakaan sebagai salah satu sarana pelestarian bahan pustakan;
fungsi perpustakaan sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan
kebudayaan; serta tujuan perpustakaan sebagai sarana untuk mencerdaskan
kehidupan bangsa dan menunjang pembangunan nasional”.
“Adapun pengertian perpustakaan sekolah menurut Jogiyanto (2000 :
15) adalah perpustakaan yang berada dalam suatu sekolah yang kedudukan dan
tanggunng jawabnya kepada kepala sekolah; yang melayani sivitas akademka
sekolah yang bersangkutan”.
2.4.1. Jenis - Jenis Perpustakaan
Jenis-jenis perpustakaan yang ada dan berkembang di Indonesia
menurut penyelenggaraan dan tujuannya dibedakan menjadi :
1.
Perpustakaan Digital adalah
Perpustakaan yang berbasis teknologi digital atau mendapat bantuan komputer
dalam seluruh aktifitas di perpustakaannya secara menyeluruh. Contohnya : Buku
atau informasi dalam format electiric book, piringan, pita magnetik, CD atau
DVD rom.
2.
Perpustakaan Nasional Republik
Indonesia, selanjutnya disebut Perpustakaan Nasional, adalah Lembaga Pemerintah
Non Departemen (LPND) yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang
perpustakaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang
berkedudukan di Ibukota Negara.
3.
Perpustakaan Provinsi adalah
Lembaga Teknis Daerah Bidang Perpustakaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah
Daerah Provinsi yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengembangan
perpustakaan di wilayah provinsi serta melaksanakan layanan perpustakaan kepada
masyarakat.
4.
Perpustakaan Kabupaten/Kota adalah
Lembaga Teknis Daerah Bidang Perpustakaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah
Daerah Kabupaten/Kota, yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengembangan
perpustakaan di wilayah Kabupaten/Kota serta melaksanakan layanan perpustakaan
kepada masyarakat umum.
5.
Perpustakaan Umum : Perpustakaan
yang ada di bawah lembaga yang mengawasinya. Perpustakaan umum terbagi atas :
a.
Perpustakaan Umum Kecamatan,
adalah Perpustakaan yang
berada di Kecamatan sebagai cabang layanan Perpustakaan Kabupaten/Kota yang
layanannya diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah masing-masing.
b.
Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan
adalah perpustakaan yang berada di Desa/Kelurahan sebagai cabang layanan
Perpustakaan Kabupaten/Kota yang layanannya diperuntukkan bagi masyarakat di
desa/kelurahan masing-masing.
6.
Perpustakaan Khusus : Perpustakaan
yang diperuntukkan untuk koleksi- koleksi tokoh terkenal. Contohnya :
Perpustakaan Bung Hatta.
7.
Perpustakaan lembaga Pendidikan :
Perpustakaan yang berada di lingkungan lembaga pendidikan (SD, SMP, SMA, PT,
dan LSM). Contohnya : perpustakaan Universitas. Pada perpustakaan tingkat PT, perpustakaan
dapat dibagi kembali menjadi dua, yaitu : perpustakaan pusat dan perpustakaan
tingkat fakultas.
8.
Perpustakaan Lembaga Keagamaan :
Perpustakaan yang berada di lingkungan lembaga keagamaan. Contohnya :
Perpustakaan Masjid, perpustakaan Gereja, dll.
9.
Perpustakaan Pribadi :
Perpustakaan yang diperuntukkan untuk koleksi sendiri dan dipergunakan dalam
ruang lingkup yang kecil. Contohnya : Perpustakaan keluarga.
2.4.2. Fungsi Perpustakaan
1. Fungsi Perpustakaan Daerah
a)
Mempersiapkan bahan perumusan
kebijaksanaan pembinaan dan pengembangan perustakaan di daerah.
b)
Melaksanakan pembinaan dan
pengembangan pada semua jenis perpustakaan di daerah.
c)
Melaksanakan pengeumpulan,
penyimpanan, dan pengolahan bahan pustaka.
d)
Melaksanakan jasa perpustakaan,
perawatan dan pelestarian bahan pustaka.
2. Fungsi Perpustakaan Umum dan Keliling
a)
Menghimpun dan mengolah bahan
pustaka dan informasi.
b)
Memelihara danmelestarikan bahan
pustaka dan informasi.
c)
Mengatur dan mendayagunakan bahan
pustaka dan informsi, sebagai pusat kegiatan belajar, pelayanan informasi,
penelitian dan menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca bagi seluruh lapisan
masyarakat.
Perpustakaan Keliling berfungsi sebagai perpustakaan umum yang
melayani kebutuhan informasi masyarakat yang tidak terjangkau oleh pelayanan
perpustakaan umum. Pada hakikatnya fungsi Perpustakaan Keliling sama dengan
Perpustakaan Umum . Perpustakaan Keliling merupakan kepanjangan layanan
Peprustakaan Umum.
3. Fungsi Perpustakaan Sekolah
a)
Pusat kegiatan belajar-mengajar
untuk mencapai tujuan pendidikan seperti tercantum dalam kurikulum sekolah.
b)
Pusat Penelitian sederhana yang
memungkinkan para siswa mengembangkan kreativitas dan imajinasinya.
c)
Pusat membaca buku-buku yang
bersifat rekreatif dan mengisi waktu luang (buku-buku hiburan) Semua fungsi
tersebut akan tergambar dalam koleksi pepustakaan bersangkutan.
2.4.3. Sistem
Informasi Perpustakaan
Sistem Informasi Perpustakaan adalah proses komputerisasi untuk
mengolah data suatu perpustakaan. Mulai dari katalogisasi koleksi, pengolahan
data anggota, sampai proses peminjaman dan pengembalian koleksi beserta aturan-aturannya
seperti lamanya peminjaman dan penghitungan denda keterlambatan.
2.5. Visual Basic
Salah satu bahasa pemograman untuk windows yang populer adalah
microsoft visual basic. Karena melalui visual basic pembuatan aplikasi untuk
menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Program visual basic adalah salah satu
bahas pemograman standar untuk PC, karena pemakaian yang luas dan juga memiliki
fitur yang canggih seperti internet, database, network, dan pembuatan aplikasi
clien - server .
Microsoft Visual Basic adalah salah satu pemograman yang di
gunakan untuk membuat aplikasi windows yang berbasis grafis (Graphical User
Interface). Selain itu visual basic merupakan pemograman yang terkendali,
artinya program menunggu sampai adanya respon dari pemakai berupa event atau
kejadian tertentu (tombol di klik, menu di pilih, dll). Ketika event terdeteksi
kode yang berhubungan dengan event akan berjalan atau berfungsi.
2.5.1. Menu Visual Basic 6.0
Dalam visual basic terdapat menu – menu seperti dalam program
aplikasi di windows yang akan memudahkan user untuk berinteraksi dengan program
visual basic.
2.5.2 Menu Bar (menu Built-In)
Menu bar terdiri dari menu file, edit view, project, format,
debug, run, query, diagram, tools, add – ins, windows dan menu – help.
2.5.3 Menu Tool Bar
Menu tool bar merupakan menu berbentuk icon yang berisi perintah.
Setiap menu tool bar terdapat dalam menu utama visual basic. Umumnya menu tool
bar berisi icon perintah seperti berikut ini :
Keterangan :
No
|
Keterangan
|
No
|
Keterangan
|
No
|
Keterangan
|
1
|
Project
|
8
|
Paste
|
15
|
Project
Explorer
|
2
|
Add
Form
|
9
|
Find
|
16
|
Properties
Windows
|
3
|
Menu
Editor
|
10
|
Can’t
Undo
|
17
|
Form
Layout
|
4
|
Open
|
11
|
Can’t
Redo
|
18
|
Object
Browser
|
5
|
Save
Project
|
12
|
Strat
Project
|
19
|
Tool
Box
|
6
|
Cut
|
13
|
Break
|
20
|
Data
View Windows
|
7
|
Copy
|
14
|
End
|
21
|
Component
Manager
|
2.5.4 Menu
Tool Box
Tool Box akan menampilkan standar kontrol visual basic plus kontrol activex dan dapat menyisipkan objeknya yang akan di tambahkan ke proyek. Untuk lebih jelasnya ada pada gambar di bawah ini :
2.6 Database SQL Server
SQL server merupakan program aplikasi database, program ini dapat
beroperasi pada berbagai sistem operasi, mulai dari windows 9x, windows 2000
dengan berbagai macam versinya dan juga windows NT. Selama beroperasi, dimana
SQL server ini mengolah database, SQL server dalam berhubungan dengan user akan
dikelola oleh database administrator. Sistem SQL server dapat diimplementasikan
sebagai sistem clent-server ataupun web browser.
SQL server merupakan sebuah program RDBMS(Relational Database
Management System) yang menyediakan dukungan untuk mengorganisasi data dengan
cara menyimpannya ke dalam tabel database. Hubungan antar data dapat
dikelompokan kedalam tabel dan keterhubungan dapat didefinisikan antar
tabel-tabel yang disebut dengan relational database. SQL server sebagai database
server dapat diakses oleh user yang dapat berhubungan dengan database yang ada
pada
melalui sebuah aplikasi, sedangkan administrator dapat mengakses
data secara langsung untuk mengelolanya.
2.6.1. Database Default
Database default ialah database yang sudah tersedia dalam
Microsoft SQL Server 2000. Database itu antara lain:
a)
Master, fasilitas untuk gabungan dari tabel – tabel sistem yang mencatat
instalasi server secara keseluruhan di mana seluruh database dibuat secara
konsekuen.
b)
Model, template untuk setiap proses pembuatan database.
c)
Pups, database contoh.
d)
Nortwind, database contoh.
e)
Msdb, database yang berisi penjadwalan dan pesan.
f)
Tempdb, database yang digunakan untuk menyimpan tabel temporer yang
dibuat oleh SQL Server.
2.6.2. Layanan Microsoft SQL Server 2000
Microsoft SQL Server 2000 mempunyai layanan sebagai berikut :
a)
Web Assisten
Wizard, membentuk file html dari hasil
query untuk dipublikasikan ke Internet.
b)
SQL Server
Profiler, memonitor dan merekam seluruh
aktivitas database.
c)
SQL Server Manager,
mengatur seluruh objek SQL Server, SQL Server Agent dan MS DTC.
d)
SQL Server Interprise Manager,
alat bantu administrative.
e)
SQL Query Analyzer,
menjalankan perintah query yang dapat memproses database, mulai dari
menampilkan data, mengedit, menghapus dan lain.
Download file pdf
Download file pdf


